PENGERTIAN BUDAYA

Nama            : Ode Dicky syahbani

Universitas : Gunadarma

Dosen           : Ahmad Nasher


Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

  • E. B Taylor dalam Soekanto (1996:55) memberikan definisi mengenai kebudayaan ialah: “kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat”.
  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi dalam Soekanto (1996:55) merumuskan “kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
  • Koentjaraningrat Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian“culture”  diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam (Koentjaraningrat dalam Soekanto, 1969: 55).
  • Linton, Budaya adalah keseluruhan sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat tertentu.
  • KBBI, Budaya adalah sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung menunjuk kepada cara pikir manusia.
  • Effat Al-Syarqawi mendefinisikan bahwa pengertian budaya dari pandangan agama islam,  adalah khzanah sejarah sekelompok masyarakat yang tercermin didalam kesaksian & berbagai nilai yang menggariskan bahwa suatu kehidupan harus mempunyai makna dan tujuan rohaniah.

Unsur-Unsur Budaya 

Terdapat beberapa pendapat ahli mengenai komponen atau unsur kebudayaan atau budaya yaitu sebagai berikut…

1. Melville J. Herkovits, menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok yaitu:

  • alat-alat teknologi
  • sistem ekonomi
  • keluarga
  • kekuasaan politik

2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi

  • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam yang ada disekelilingnya
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • organisasi kekuatan (politik)

3. C. Kluckhohn, mengemukakan terdapat 7 unsur budaya atau kebudayaan yang sifatnya secara universal yaitu…

  • bahasa
  • sistem pengetahuan
  • sistem teknologi, dan peralatan
  • sistem kesenian
  • sistem mata pencaharian hidup
  • sistem religi

4.  Unsur-Unsur Budaya Secara Umum, Berdasarkan dari beberapa unsur budaya yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur-unsur kebudayaan adalah sebagai berikut..

Ciri-Ciri Budaya 

ciri-ciri budaya adalah sebagai berikut..

  • Merupakan budaya sendiri yang berada di daerah tersebut dan dipelajari
  • Dapat disampaikan kepada setiap orang dan setiap kelompok serta diwariskan dari setiap generasi
  • Bersifat dinamis, artinya suatu sistem yang berubah sepanjang waktu
  • Bersifat selektif, artinya mencerminkan pola perilaku pengalaman manusia secara terbatas
  • Memiliki unsur budaya yang saling berkaitan
  • Etnosentrik artinya menggangap budaya sendiri sebagai budaya yang terbaik atau menganggap budaya yang lain sebagai budaya standar.

Sumber:(http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-budaya-unsur-ciri-budaya.html)

PENJELASAN BUDAYA KESULTANAN BUTON

  1. Macam-macam budaya religi

Dalam kehidupan sosial masyarakat dikenal berbagai macam upacara keagamaan baik yang berhubungan langsung dengan tradisi peribadatan maupun yang berhubungan langsung dengan budaya dan kemasyarakatan.

Masyarakat Buton sangat memuliakan bulan-bulan suci Umat Islam. Tidak mengherankan mereka selalu melaksanakan prosesi-prosesi upacara guna memperingati berbagai peristiwa yang terjadi (bulan tersebut). Prosesi keagamaan tersebut natara lain :

  1. Ala’ana Bulna

Ala’ana Bulna yaitu Upacara yang berkaitan dengan pengguntingan rambut bayi setelah bayi berumur 40 hari.

  1. Tandaki dan Posusu

Tandaki dan Posusu yaitu Upacar yang berkaitan dengan penyunatan (Tandaki untuk laki-laki dan Posusu untuk perempuan). Upacara Tandaki diperuntukkan bagi abnak laki-laki yang telah memasuki masa akhir balik yang melambangkan bahwa anak tersebut telah resmi menjadi muslim artinya bahwa anak tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala perintah dan larangan yang diajarkan dalam agam Islam. Upacara Tandaki biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi sehingga dalam pelaksanaannya turut diundang keluarga sanakkeluarga sahabat dekat maupun dapat dilaksanakan dalam bentuk yang sederhana yang disebut “Manokoia”.

  1. Qunua

Qunua yaitu upacara yang berkaitan dengan peringatan Nuuzunul Qur’an. Upacara ini biasa dilaksanakan pada pertengahan bulan suci Ramadhan tau 15 malam puasa. Pelaksanaan Qunua dalam tradisi Buton Umumnya dilaksanakan setelah shalat Tarwuh diatas jam 12 malam dirangkaikan dengan sahur secara bersama-sama didalam Masjid

.

  1. Kadhiri

Kadhiri yaitu upacara yang berkaitan dengan turunya Lailatul Qadar dibulan suci Ramadhan pelaksanaanmya mirip dengan Qunua yang hanya dilaksanakan pada 27 malam ramadhan karena diyakini pada malam itulah trunnya Lailatul Qadar.

  1. Malona Bangua

Malona bangua yaitu upacara yang dilakukan pada malam pertama Ramadahan yang dulu dimeriahkan dengan gantungan meriam namun sekarang diganti dengan membakar lilin di rumah-rumah di pemakaman sebagai tanda bahwa bulan suci Ramadhan telah tiba.

  1. Malona Raraea

Malona Raraea yaitu upacara menandai berakhirnya bulan Ramadhan atau masuknya 1 syawal (Idul Adha). Pelaksanaannya sama dengan Malona Bangua.

  1. Pakandeana Ana-Ana Maelu

Pakandeana Ana-Ana maelu yaitu upacara yang berkaitan dengan memberi makan kepada anak yatim yang dilakukan pada bulan Muharram. Upacara ini sampai saat ini masih dilaksanakan pada orang-orang atau keluarga yang mempunyai kemampuan. Biasanya setelah pemberian makan ala qadarnyav terhadap anak yatim piatu mereka berikan juga sejumlah uang.

  1. Haroana Maludu

Haroana maludu yaitu peninggalan budaya sejak Zaman kesultanan Buton. Masyarakat memperingati kelahiran Nabi muhammad SAW sebagai suatu upacara yang sakral yang dalam Rabi’ul awal menurut adat Buton Haroa tersebut dibuka oleh Sultan pada malam 12 hari bulan Rabi’ul awal kemudian untuk kalangan masyarakat bisaa memilih salah satu waktu antara malam ke-13b malam ke-29 rabi’ul awal setelah itu ditutup oleh Haroana Hukumuh pada malam ke-30. Masyarakat kesultanan Buton yang mampu melaksanakan setiap tahun dengan membaca riwayat Nabi SAW kadang kala selesai Haroa dilanjutkan dengan lagu-lagu Maludu sampai selesai yang biasanya dinyanyikan dari waktu malam sampai siang hari.

  1. Haroana Pomaloa

Haroana Pomaloa yaitu upacara doa untuk arwah yang telah wafat. Dalam konteks Islam, hal ini bisa dikenal sebagai “Ta’zia” guna memberi hiburabn kepada keluarga yang ditinggalkan agar tidak terlarut-larut dalam kedukaan. Dalam masyarakat Buton dilakukan dengan cara membaca ayat-ayat suci Al- Qur’an diletakkan di “Rahali” kemudian disusun oleh yang lain satu persatu atau membaca surat yasin yang dilaksanakan bersama-sama.

  1. Haroana Rajabu

Haroana Rajabu yaitu peninggalan budaya kesultanan Buton yang dikenal oleh masyarakat sejak dahulu kala. Haroa ini dimaksudkan untuk memperingati para suhada yang gugur dimedan perang dalam memperjuangkan Islam bersama-sama Nabi kita Muhammad SAW dan dilaksanakan setiap jum’at pertama pada bulan rajab dengan membaca surat yasin sebanyak3 kali yang dilakuakn oleh Lebe.

  1. Upacara Posipo

Upacara Posipo yaitu sebuah proses upacara adat menyambut kelahiran seorang bayi dengan cara menyiapkan makanan dan khusus disiapkan bayi Ibu hamil pada kehamilan pertama dilakukan pada usia 7-9 bulan.

  1. Upacara Gorana Oputa

Upacara Gorana Oputa yaitu sebagai tanda pembukaan upacara peringatan Nabi SAW. Pada masa Kesultanan upacara ini dilakukan di Istana berkumpul orang-orang besar Kerajaan bersama semua menteri dan bobato serta pemuka-pemuka masyarakat berssama dengan Sru Sultan melakukan peringatan Maulid dengan membaca riwayat Nabi Muhammad SAW sesudah dibuka oleh sultan maka pada malam berakhirnya sehingga pada malam kesempatan pada seluruh masyarakat dan malam ke-30 bulan oleh pegawai Masjid Keraton yang merupakan upacara penutup yang dinamakan Mauladana Hukumuh.

  1. MAKNA-MAKNA BUDAYA KESULTANAN BUTON
  2. Makna Filosofis

Secar filosofis upacara-upacara kyang dilaksanakan masyarakat Buton merupakan pemujaan Tuhan Yang Maha Kuasa bahkan makna lainnya, bahkan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Harkat martabat yang lebih dari banding makhluk ciptaannya lainnya yang ada di jagat raya kendati kemudian diharapkan pemahaman tersebut tidak membawa kecenderungan untuk (perilaku melebih-lebihkan manusia dari kodratnya).

  1. Makna Hikmah

Upacara keagamaan dikalangan masyarakat Buton syarat dengan muatan hikmah, dimana dalam upacara setiap warga masyarakat dapat mengambil pelajaran dari hakekat pelaksanaan upacara tersebut berupa pendekatan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan harapan nilai keimanan dan ketakwaan semakin bertambah.

  1. Makna Ibadah

Dalam mana Ibadah dimana upacara-upacara keagamaan nilai-nilai dan ajaran agama Islam.

  1. Makna Sosial Masyarakat

Dalam makna sosial kemasyarakatan, dimana dalam upacara-upacara tersebut turut melibatkan banyak orang tanpa ada pemisahan status sosial sehingga terjalin silaturrahmi yang harmonis dikalangan masyarakat dan berjalan berkesinambungan.

  1. KESIMPULAN

Dalam kesimpulan dari tema “BUDAYA KESULTANAN BUTON” dapat disimpulkan kebudayaan adalah ciri khas, sari dari suatu bangsa yang berbagai macam keanekaragaman budaya yang terdapat dalam daerah-daerah tertentu yang mempunya ciri-ciri khasnya sendiri. Peranan “BUDAYA KESULTAN BUTON” mempunyai arti penting tersendiri yang menggambarkan suatu perkokohan yang ada di bangsa itu, oleh disebabkan pemerintah harus bisa berperan aktif dalam perkembangan suatu kondisi pada budaya bangsa itu sendiri yang menyimpan segala kekayaan yang terdapat pada berbagai daerah yang mempunyai baerbagai keanekaragaman budaya, disamping itu elemen peran pemerintah ada juga peran serta masyarakat dalam memajukannya yang penting juga adanya kebersamaan tujuan yang sama.

Sumber: (https://burangasitamaymo.wordpress.com/2015/06/25/makalah-adat-dan-budaya-buton/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s